3 menit baca
Apa Itu SLA Customer Service dan Cara Menentukannya
SLA adalah janji waktu kepada pelanggan. Pelajari jenis-jenisnya, cara menetapkan angka yang masuk akal, dan kenapa jam operasional harus ikut dihitung.
SLA (service level agreement) dalam layanan pelanggan adalah batas waktu yang Anda janjikan untuk menanggapi dan menyelesaikan permintaan. Tanpa SLA, "secepatnya" berarti hal yang berbeda bagi setiap orang di tim.
Dua SLA yang paling sering dipakai
- Waktu respons pertama: berapa lama sampai pelanggan mendapat balasan pertama dari manusia setelah percakapan diteruskan ke agen.
- Waktu penyelesaian: berapa lama sampai masalahnya benar-benar selesai dan tiket ditutup.
Keduanya perlu diukur terpisah. Tim yang cepat membalas tetapi lambat menyelesaikan tetap membuat pelanggan kecewa, hanya saja dengan cara yang lebih sopan.
Menentukan angka yang masuk akal
Angka SLA sebaiknya berangkat dari data, bukan dari keinginan. Lihat catatan sebulan terakhir: berapa lama biasanya tim membalas, dan berapa lama sebuah kasus selesai. Tetapkan target sedikit lebih baik dari kondisi sekarang, lalu ketatkan bertahap.
Sebagai gambaran, banyak tim memakai target yang berbeda menurut tingkat urgensi:
- Mendesak, misalnya layanan mati: respons dalam hitungan menit.
- Normal, misalnya pertanyaan tagihan: respons dalam satu sampai beberapa jam kerja.
- Rendah, misalnya permintaan fitur: respons dalam satu hari kerja.
Angka di atas hanya contoh pola. Target Anda harus mengikuti kapasitas tim dan apa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Jam operasional harus ikut dihitung
Tiket yang masuk Jumat malam tidak adil dihitung terlambat pada Senin pagi kalau tim memang libur akhir pekan. SLA yang baik hanya berjalan selama jam operasional. Kalau tidak, laporan akan penuh pelanggaran yang sebenarnya bukan kesalahan siapa pun, dan angka itu tidak lagi dipercaya.
Peran chatbot dalam SLA
Chatbot tidak menggantikan SLA, tetapi mengubah bebannya. Pertanyaan umum dijawab langsung, sehingga antrean agen hanya berisi kasus yang memang perlu ditangani manusia. Dengan antrean yang lebih pendek, target waktu respons lebih mudah dipenuhi tanpa menambah orang.
Cara memantaunya
- Catat setiap permintaan sebagai tiket dengan kode yang jelas.
- Pasang peringatan sebelum batas waktu terlewat, bukan sesudahnya.
- Tinjau pelanggaran setiap minggu dan cari polanya: jam tertentu, jenis kasus tertentu, atau agen yang kelebihan beban.
- Bagikan angkanya kepada tim. SLA yang tidak pernah dilihat tidak akan dipenuhi.
SLA di Kiwi Assist
Pada helpdesk dan sistem tiket Kiwi Assist, batas waktu dihitung menurut jam operasional yang Anda atur, tiket yang hampir terlambat memicu peringatan, dan dashboard menampilkan jumlah pelanggaran beserta waktu respons. Pelanggan sendiri bisa menanyakan status tiketnya lewat chat dengan kode tiket.